{"id":2601,"date":"2021-01-19T15:04:44","date_gmt":"2021-01-19T08:04:44","guid":{"rendered":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/?p=2601"},"modified":"2021-01-19T15:04:46","modified_gmt":"2021-01-19T08:04:46","slug":"tanggung-jawab-sebagai-mahasiswa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/tanggung-jawab-sebagai-mahasiswa\/","title":{"rendered":"Tanggung Jawab sebagai Mahasiswa"},"content":{"rendered":"\n<p>Merujuk pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3, menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Definisi Mahasiswa<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Mahasiswa dapat didefinisikan sebagai individu yang sedang menuntut ilmu ditingkat perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta atau lembaga lain yang setingkat dengan perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p>Mahasiswa dinilai memiliki tingkat intelektualitas yang tinggi, kecerdasan dalam berpikir dan kerencanaan dalam bertindak. Berpikir kritis dan bertindak dengan cepat dan tepat merupakan sifat yang cenderung melekat pada diri setiap mahasiswa, yang merupakan prinsip yang saling melengkapi. (Siswoyo, 2007)<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Fungsi dan Peran Mahasiswa (Siallagan, 2011)<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p><strong>Fungsi<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>1. Agent of Change <\/p>\n\n\n\n<p>2. Social Control<br>3. Moral Force<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Peran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>A. Peran intelektual <\/p>\n\n\n\n<p>B. Peran moral<br>C. Peran sosial<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Agent of Change<\/strong><\/p>\n\n\n\n<ul class=\"wp-block-list\"><li>Mahasiswa tidak hanya menjadi penggagas perubahan, namun menjadi objek atau pelaku dari perubahan.<\/li><li>Diharapkan tidak menjadi mahasiswa pragmatis, (menerima apa adanya), tidak memperhatikan keadaan yang semakin rusak, hanya menerima teori, hanya pintar beretorika, dan tidak mempunyai aksi nyata dan konkrit.<\/li><li>Mahasiswa tidak hanya menjadi penggagas, namun sebagai aktor atau pelaku perubahan melalui pengembangan ilmu dan perilaku.<\/li><\/ul>\n\n\n\n<p><strong>Social Control<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Mahasiswa mampu menumbuhkan jiwa kepedulian sosial terhadap masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Kepedulian yang ditunjukkan dalam pemikiran- pemikiran kreatif dan cemerlang yang dihasilkan melalui, diskusi-diskusi, atau memberikan bantuan moril kepada masyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Moral Force<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>\u2022 Mahasiswa memiliki moral dalam berperilaku. \u2022 Perilaku bermoral dalam berpikir, bersikap, berbicara yang membawa kebaikan.<\/p>\n\n\n\n<p><br>\u2022 Level intelektualitas mahasiswa sejatinya harus membawa dirinya untuk memiliki moral yang baik untuk hidup bermasyarakat.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber<\/strong> <\/p>\n\n\n\n<p>Pembelajaran Pendidikan Karakter Telkom University<\/p>\n<div id=\"lucky-133125207\" class=\"lucky-after-content lucky-entity-placement\"><script async src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-5605825534849002\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display:block;\" data-ad-client=\"ca-pub-5605825534849002\" \ndata-ad-slot=\"5317815257\" \ndata-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\n<script> \n(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); \n<\/script>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Merujuk pada Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, pasal 3, menyatakan bahwa tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Definisi Mahasiswa Mahasiswa dapat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[26],"tags":[],"class_list":["post-2601","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-artikel"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2601","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2601"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2601\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2607,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2601\/revisions\/2607"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2601"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2601"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2601"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}