{"id":2419,"date":"2021-01-19T00:21:54","date_gmt":"2021-01-18T17:21:54","guid":{"rendered":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/?p=2419"},"modified":"2021-01-19T00:24:43","modified_gmt":"2021-01-18T17:24:43","slug":"kata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/kata\/","title":{"rendered":"Kata"},"content":{"rendered":"\n<p>Terdapat dua istilah yang harus dipahami terlebih dahulu dalam konteks kata, yakni pemilihan kata dan pilihan kata. Pemilihan kata merupakan tindakan memilih kata yang digunakan dalam penyampaian sejumlah informasi. Sedangkan pilihan kata adalah kata yang dipilih atas hasil memilih kata tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Bagian ini memaparkan kata dalam konteks pemilihan kata atau yang sering disebut dengan diksi. Dalam pemilihan kata diperlukan ketepatan, kecermatan, dan kesesuaian diksi.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. <\/strong><strong>Ketepatan Diksi<br><\/strong>Ketepatan diksi berkaitan dengan kemampuan memilih kata yang digunakan untuk menyampaikan ide secara tepat dan dapat diterima oleh pembaca atau pendengarnya. Ketepatan diksi semacam itu dapat dicapai jika pemakai bahasa mampu memahami perbedaan penggunaan kata-kata yang bermakna (1) denotasi dan konotasi, (2) sinonim, (3) eufemisme, (4) generik dan spesifik, serta (5) konkret dan abstrak.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Makna<\/strong><\/td><td><strong>Penjelasan<\/strong><\/td><td><strong>Contoh<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Denotasi<\/td><td>Makna yang mengacu pada gagasan tertentu (makna dasar), yang tidak mengandung makna tambahan atau nilai rasa tertentu (makna sebenarnya)<\/td><td>Berkas lamaran kerja dimasukkan ke dalam <em>amplop <\/em>\u2192 sampul surat<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td>Konotasi<\/td><td>Makna tambahan yang mengandung nilai rasa tertentu di samping makna dasarnya (makna kias)<\/td><td>Tersangka mengakui telah menerima <em>amplop <\/em>dari penyuap \u2192 sogokan<\/td><\/tr><tr><td>Sinonim<\/td><td>Bentuk bahasa yang maknanya mirip.<\/td><td>sedih = pilu gembira = bahagia<\/td><\/tr><tr><td>Eufimisme<\/td><td>Kata atau ungkapan yang dirasa lebih halus untuk menggantikan kata atau ungkapan yang dirasa kasar, vulgar, dan tidak sopan.<\/td><td>mampus\u2192meninggal dunia miskin\u2192kurang mampu<\/td><\/tr><tr><td>Generik<\/td><td>Makna yang masih mencakup beberapa makna lain yang bersifat spesifik atau disebut dengan makna umum.<\/td><td>warna<\/td><\/tr><tr><td>Spesifik<\/td><td>Makna khusus<\/td><td>hitam, putih, merah<\/td><\/tr><tr><td>Konkret<\/td><td>Kata yang maknanya dapat dibayangkan dengan pancaindera.<\/td><td>kursi, meja, buku<\/td><\/tr><tr><td>Abstrak<\/td><td>Kata yang sulit dibayangkan dengan pancaindera.<\/td><td>rindu, bijak, sedih<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>2. <\/strong><strong>Kecermatan<br><\/strong>Kecermatan dalam pemilihan kata berkaitan dengan kemampuan memilih kata yang benar-benar diperlukan untuk mengungkapkan gagasan tertentu. Agar dapat memilih kata secara cermat, pemakai bahasa dituntut untuk mampu memahami kehematan bahasa. Dengan demikian, kalau ada kata atau ungkapan yang lebih singkat, kita tidak perlu menggunakan kata atau ungkapan yang lebih panjang karena hal itu tidak ekonomis. Contoh:<\/p>\n\n\n\n<p><strong>3. <\/strong><strong>Keserasian<br><\/strong>Keserasian dalam pemilihan kata berkaitan dengan kemampuan menggunakan kata-kata yang sesuai dengan konteks pemakaiannya. Konteks pemakaian yang dimaksud dalam hal ini erat kaitannya dengan faktor kebahasaan dan faktor nonkebahasaan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Bentuk Kata Tidak Cermat<\/strong><\/td><td><strong>Bentuk Kata Cermat<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>disebabkan karena<\/td><td><em>disebabkan oleh <\/em>(<em>karena<\/em>)<\/td><\/tr><tr><td>agar supaya<\/td><td>agar (supaya)<\/td><\/tr><tr><td>maju ke depan<\/td><td>maju<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Faktor Kebahasaan<\/strong><\/td><td><strong>Faktor Nonkebahasaan<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>(1) &nbsp;Penggunaankatayangsesuaidengankontekskalimat (2) &nbsp;Penggunaan bentuk gramatikal (3) &nbsp;Penggunaan idiom (4) &nbsp;Penggunaan ungkapan idiomatis (5) &nbsp;Penggunaan majas (6) &nbsp;Penggunaan kata yang lazim<\/td><td>(1) &nbsp;Situasi pembicaraan (2) &nbsp;Mitra bicara\/lawan bicara (3) &nbsp;Saranaberbahasa (4) &nbsp;Kelayakan geografis (5) &nbsp;Kelayakan temporal<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Faktor Kebahasaan<\/strong><\/td><td><strong>Contoh<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>1) Penggunaan kata yang sesuai dengan konteks kalimat<\/td><td>Pengamat itu melakukan penelitian <em>di mana <\/em>terdapat laboratorium yang memadai (tidak sesuai konteks)\u2192Pengamat itu melakukan penelitian <em>di <\/em>laboratorium yang memadai (sesuai konteks).<\/td><\/tr><tr><td>2) Penggunaan bentuk gramatikal<\/td><td>Para peserta upacara sudah <em>kumpul <\/em>di lapangan (secara gramatikal salah) \u2192 Para peserta upacara sudah <em>berkumpul <\/em>di lapangan (secara gramatikal benar)<\/td><\/tr><tr><td>3) Penggunaan idiom<\/td><td>putar otak\u2192berdaya upaya<\/td><\/tr><tr><td>4) Penggunaan ungkapan idiomatis (dua buah kata atau lebih yang sudah menjadi satu kesatuan dalam mengungkapkan makna)<\/td><td>sehubungan dengan, terdiri atas, terbuat dari, bergantung pada, berkaitan dengan<\/td><\/tr><tr><td>5) Penggunaan majas<\/td><td>Motherboard dalam komputer bagaikan otak dalam manusia.<\/td><\/tr><tr><td>6) Penggunaan kata yang lazim<\/td><td>raya = agung<br>jalan raya (lazim)\u2192jalan agung (tidak lazim)<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Faktor Non Kebahasaan<\/strong><\/td><td><strong>Contoh<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>1) Situasi pembicaraan<\/td><td>mengapa (kata baku\u2192situasi resmi), kenapa (kata tidak baku\u2192situasi tidak resmi)<\/td><\/tr><tr><td>2) Mitra bicara\/lawan bicara<\/td><td><em>aku<\/em>\u2192teman sebaya, <em>saya<\/em>\u2192pimpinan<\/td><\/tr><tr><td>3) Sarana berbahasa<\/td><td>lisan\u2192ketepatan intonasi tulis\u2192ketepatan tanda baca<\/td><\/tr><tr><td>4) Kelayakan geografis<\/td><td>Hindari pemakaian kata-kata umum yang di beberapa daerah dianggap tabu, contoh\u2192<em>tikus <\/em>(tabu di Jawa) seharusnya <em>den bagus<\/em><\/td><\/tr><tr><td>5) Kelayakan temporal<\/td><td>syahdan\u2192zaman dahulu dipakai dengan makna <em>selanjutnya\/lalu<\/em><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. <em>Paragraf<\/em>. Jakarta: Kemdikbud.<\/p>\n\n\n\n<p>Puspandari, Dyas. 2009. <em>Modul Bahasa Indonesia<\/em>. Bandung: Tidak diterbitkan. <\/p>\n\n\n\n<p>https:\/\/dosenit-com.cdn.ampproject.org\/v\/s\/dosenit.com\/kuliah-it\/database\/fungsi-database\/amp?amp_js_v=a2&amp;amp_gsa=1&amp;usqp=mq331AQCCAE%3D#referrer=https%3 A%2F%2Fwww.google.com&amp;amp_tf=Dari%20%251%24s&amp;ampshare=https%3A%2Fdos enit.com%2Fkuliah-it%2Fdatabase%2Ffungsi-database<\/p>\n<div id=\"lucky-3765624833\" class=\"lucky-after-content lucky-entity-placement\"><script async src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-5605825534849002\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display:block;\" data-ad-client=\"ca-pub-5605825534849002\" \ndata-ad-slot=\"5317815257\" \ndata-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\n<script> \n(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); \n<\/script>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terdapat dua istilah yang harus dipahami terlebih dahulu dalam konteks kata, yakni pemilihan kata dan pilihan kata. Pemilihan kata merupakan tindakan memilih kata yang digunakan dalam penyampaian sejumlah informasi. Sedangkan pilihan kata adalah kata yang dipilih atas hasil memilih kata tersebut. Bagian ini memaparkan kata dalam konteks pemilihan kata atau yang sering disebut dengan diksi. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[],"class_list":["post-2419","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bindo-ltdv"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2419","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2419"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2419\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2425,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2419\/revisions\/2425"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2419"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2419"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2419"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}