{"id":2412,"date":"2021-01-19T00:23:38","date_gmt":"2021-01-18T17:23:38","guid":{"rendered":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/?p=2412"},"modified":"2021-01-19T00:23:41","modified_gmt":"2021-01-18T17:23:41","slug":"paragraf","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/paragraf\/","title":{"rendered":"Paragraf"},"content":{"rendered":"\n<p>Paragraf merupakan bagian wacana yang memiliki satu ide pokok dan dapat dilengkapi dengan ide penjelas, dalam ragam tulis ditandai dengan kalimat yang menjorok ke dalam atau spasi berbeda.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>2. <\/strong><strong>Syarat Paragraf<br><\/strong>Paragraf yang baik harus memperhatikan hal berikut.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\"><li>1) &nbsp;Memiliki kesatuan gagasan (koheren)<br>Sebuah paragraf dikatakan memiliki kesatuan jika paragraf itu hanya mengandung satu ide pokok dan kalimat penjelas yang tidak menyimpang dari pokok pembicaraan<\/li><li>2) &nbsp;Memiliki kepaduan bentuk (kohesi)<br>Sebuah paragraf dikatakan memiliki kepaduan jika terdapat keserasian hubungan antarkalimat dalam paragraf.<\/li><li>3) &nbsp;Kelengkapan dan ketuntasan.<br>Aspek <em>kelengkapan <\/em>terpenuhi jika semua informasi yang diperlukan untuk mendukung atau menjelaskan gagasan utama sudah tercakup. Sedangkan, <em>ketuntasan <\/em>dapat dimaknai dengan selesainya penyampaian informasi secara menyeluruh.<\/li><li>4) &nbsp;Keruntutan.<br>Sebuah paragraf dikatakan runtut jika uraian gagasan disajikan dengan sistematis, tidak ada loncatan informasi sehingga memudahkan pembaca dalam memahami isi paragraf.<\/li><li>5) &nbsp;Konsistensi<br>Sebuah paragraf dikatakan konsisten jika gagasan yang dituangkan tidak berubah-ubah, baik dari segi penggunaan diksi maupun dalam paparan sudut pandang.<\/li><\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Syarat Paragraf<\/strong><\/td><td><strong>Contoh Salah<\/strong><\/td><td><strong>Contoh Benar<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Kesatuan gagasan (koheren)<\/td><td>Observasi dilakukan selama sepuluh hari. Pelaksanaannya dimulai pada 1-10 Januari 2019. Pemilihan jangka waktu tersebut bertujuan agar sampel yang dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan. <em>Selain itu, agar menghabiskan waktu penelitian<\/em><em>.<\/em><\/td><td>Observasi dilakukan selama sepuluh hari. Pelaksanaannya dimulai pada 1-10 Januari 2019. Pemilihan jangka waktu tersebut bertujuan <em>agar sampel yang dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan<\/em>.<\/td><\/tr><tr><td>Kepaduan bentuk (kohesi)<\/td><td>Observasi dilakukan selama sepuluh hari. <em>Pelaksanaan <\/em>dimulai pada 1- 10 Januari 2019. Pemilihan jangka waktu bertujuan agar sampel yang<\/td><td>Observasi dilakukan selama sepuluh hari. <em>Pelaksanaannya <\/em>dimulai pada 1-10 Januari 2019. Pemilihan jangka waktu <em>tersebut <\/em>bertujuan agar<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><\/td><td>dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan.<\/td><td>sampel yang dikumpulkan sesuai dengan kebutuhan.<\/td><\/tr><tr><td>Kelengkapan dan ketuntasan<\/td><td>Purposif sampling berbeda dengan random. <em>Hal ini karena terdapat perbedaan di dalamnya<\/em>.<\/td><td>Purposif sampling berbeda dengan random. <em>Purposif sampling merupakan teknik sampling dengan pengambilan sampel berdasarkan tujuan penelitian. Sedangkan random adalah teknik sampling yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata populasi<\/em>.<\/td><\/tr><tr><td>Keruntutan<\/td><td><em>Fungsi <\/em><em>database server <\/em>adalah sarana penyimpanan dan pengamanan data. <em>Database adalah <\/em>sekumpulan informasi yang tersimpan dalam komputer secara sistematis.<\/td><td><em>Database adalah <\/em>sekumpulan informasi yang tersimpan dalam komputer secara sistematis. <em>Fungsi <\/em><em>database server <\/em>adalah sarana penyimpanan dan pengamanan data.<\/td><\/tr><tr><td>Konsistensi<\/td><td><em>Database <\/em>sangat diperlukan sebagai sistem yang mengolah dan menyimpan informasi secara sistematis dan mempunyai akurasi tinggi. Sejumlah perusahaan kini mengandalkan <em>pangkalan data <\/em>sebagai tulang punggung bisnis mereka, seperti perbankan dan sekolah. Hampir semua industri di dunia menggunakan <em>basis data <\/em>sebagai penunjang aplikasi dan sistem bisnis.<\/td><td><em>Database <\/em>sangat diperlukan sebagai sistem yang mengolah dan menyimpan informasi secara sistematis dan mempunyai akurasi tinggi. Sejumlah perusahaan kini mengandalkan <em>database <\/em>sebagai tulang punggung bisnis mereka, seperti perbankan dan sekolah. Hampir semua industri di dunia menggunakan <em>database <\/em>sebagai penunjang aplikasi dan sistem bisnis.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>D. Jenis-Jenis Paragraf<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Jenis-jenis paragraf dalam pembahasan ini difokuskan pada jenis paragraf berdasarkan letak ide pokok. Jenis paragraf berdasarkan letak ide pokok terdiri atas deduktif, induktif, dan campuran.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>1. Paragraf Deduktif<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Pengertian<\/strong><\/td><td><strong>Contoh<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Paragraf deduktif merupakan jenis paragraf yang memiliki ide pokok di awal paragraf.<\/td><td>Contoh 1: <em>Radiasi tidak dapat dideteksi oleh alat indra manusia. <\/em><em>Deteksi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat. Alat tersebut dinamakan monitor radiasi.<\/em> Contoh 2: <em>Perkembangan teknologi komunikasi dirasakan sangat cepat berubah. <\/em>Perubahan telepon dari telepon rumah ke telepon genggam merupakan salah satu bukti nyata. Jika beberapa tahun yang lalu komunikasi hanya bisa dilakukan dengan suara, kini telepon genggam bisa digunakan sambil bertatap muka. Saat ini pun puluhan merek telepon genggam bermunculan dalam waktu yang bersamaan dilengkapi dengan fasilitas yang semakin lengkap.<\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>2. Paragraf Induktif<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Pengertian<\/strong><\/td><td><strong>Contoh<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Paragraf induktif merupakan jenis paragraf yang memiliki ide pokok di akhir paragraf.<\/td><td>Contoh 1:<br>Deteksi radiasi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat. Alat tersebut dinamakan monitor radiasi. <em>Dengan demikian, radiasi tidak dapat dideteksi oleh alat indra manusia.<\/em><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><\/td><td>Contoh 2:<br>Sulit rasanya saat ini menemukan mahasiswa yang tidak memiliki komputer terlebih di kampus yang berbasis teknologi. Komputer membantu mereka dalam menyelesaikan tugas-tugas kuliahnya. Selain itu, mahasiswa dapat belajar berbagai program komputer dan bereksperimen dengan komputernya. <em>Oleh sebab itu, penggunaan komputer di kalangan mahasiswa merupakan hal yang biasa.<\/em><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>3. <\/strong><strong>Paragraf Campuran<\/strong><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-table\"><table><tbody><tr><td><strong>Pengertian<\/strong><\/td><td><strong>Contoh<\/strong><\/td><\/tr><tr><td>Paragraf campuran merupakan jenis paragraf yang memiliki ide pokok di awal dan akhir paragraf.<\/td><td>Contoh 1: <em>Radiasi tidak dapat dideteksi oleh alat indra manusia. <\/em>Deteksi radiasi hanya dapat dilakukan dengan menggunakan alat. Alat tersebut dinamakan monitor radiasi. <em>Dengan demikian, radiasi hanya dapat dideteksi oleh monitor radiasi<\/em>. Contoh 2: <em>Ziddu adalah sebuah situs web yang menyediakan fasilitas penyimpanan data secara online dalam kapasitas besar<\/em><em>. <\/em>Tujuan dari situs tersebut adalah menyediakan fasilitas penyimpanan berupa data, audio, video, gambar untuk bisa di-<em>sharing <\/em>atau dibagikan kepada orang lain selama dia <em>online <\/em>di Internet. Cara untuk menyimpan file sangatlah mudah Anda tinggal mengunggah file tersebut baik secara satuan (<em>single file<\/em>) atau secara masal (<em>multi file<\/em>). <em>Jadi, ziddu merupakan situs web dengan kemampuan penyimpanan data yang cukup besar.<\/em><\/td><\/tr><\/tbody><\/table><\/figure>\n\n\n\n<p><strong>Daftar Pustaka<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p>Pusat Pembinaan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. <em>Paragraf<\/em>. Jakarta: Kemdikbud.<\/p>\n\n\n\n<p>Puspandari, Dyas. 2009. <em>Modul Bahasa Indonesia<\/em>. Bandung: Tidak diterbitkan. <\/p>\n\n\n\n<p>https:\/\/dosenit-com.cdn.ampproject.org\/v\/s\/dosenit.com\/kuliah-it\/database\/fungsi-database\/amp?amp_js_v=a2&amp;amp_gsa=1&amp;usqp=mq331AQCCAE%3D#referrer=https%3 A%2F%2Fwww.google.com&amp;amp_tf=Dari%20%251%24s&amp;ampshare=https%3A%2Fdos enit.com%2Fkuliah-it%2Fdatabase%2Ffungsi-database<\/p>\n<div id=\"lucky-4012248000\" class=\"lucky-after-content lucky-entity-placement\"><script async src=\"\/\/pagead2.googlesyndication.com\/pagead\/js\/adsbygoogle.js?client=ca-pub-5605825534849002\" crossorigin=\"anonymous\"><\/script><ins class=\"adsbygoogle\" style=\"display:block;\" data-ad-client=\"ca-pub-5605825534849002\" \ndata-ad-slot=\"5317815257\" \ndata-ad-format=\"auto\" data-full-width-responsive=\"true\"><\/ins>\n<script> \n(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({}); \n<\/script>\n<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Paragraf merupakan bagian wacana yang memiliki satu ide pokok dan dapat dilengkapi dengan ide penjelas, dalam ragam tulis ditandai dengan kalimat yang menjorok ke dalam atau spasi berbeda. 2. Syarat ParagrafParagraf yang baik harus memperhatikan hal berikut. 1) &nbsp;Memiliki kesatuan gagasan (koheren)Sebuah paragraf dikatakan memiliki kesatuan jika paragraf itu hanya mengandung satu ide pokok dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[345],"tags":[],"class_list":["post-2412","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-bindo-ltdv"],"aioseo_notices":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2412","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2412"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2412\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2423,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2412\/revisions\/2423"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2412"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2412"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/luckytruedev.com\/learning\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2412"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}